INSURI bersama Akademisi se-Jatim Ikrarkan Bela Alam

April, 13 2019 07:20
INSURI bersama Akademisi se-Jatim Ikrarkan Bela Alam
Oleh Humas INSURI Po

Rabu (10/4) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Akademisi se-Jatim yang diwakili oleh kurang lebih 90 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, termasuk Insuri Ponorogo, mendeklarasikan ikrar untuk membela alam.

Ikrar tersebut dinyatakan sebagai wujud kesadaran para akademisi bahwa kerusakan alam memicu bencana yang merupakan penyebab utama kematian umat manusia. Dan berdasarkan catatan BNPB, terdapat tak kurang dari 2700 desa di Jawa Timur yang berpotensi rawan bencana kategori tinggi.

Menyikapi kerentanan tersebut, pemerintah, baik melalui BNPB, Kemensos, Kemenkes, Kemendes, dan lainnya, telah menyiapkan program untuk membentuk desa tangguh dan siaga yang siap menghadapi dan mengurangi potensi bencana. Lembaga perguruan tinggi, sebagai bagian dari mitra pemerintah untuk membangun negeri, diajak juga untuk bergabung dalam program tersebut melalui kegiatan KKN Tematik Desa Tangguh Bencana (Destana). Ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Pemerintah dan Akademisi dalam Membangun Ketangguhan Masyarakat di Mercure Hotel Surabaya, Rabu (10/4).

INSURI Ponorogo, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Dawam Multazam, Koordinator Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), menyambut baik ajakan tersebut dan berencana untuk mengadopsi program tersebut dalam kegiatan KPPM (Kuliah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) mendatang. Terkait dengan rencana pelaksanaan KPPM yang diagendakan untuk diikuti oleh mahasiswa semester 6 pada bulan Juli-Agustus 2019 ini, LP2M INSURI akan menetapkan Kecamatan Badegan yang merupakan wilayah paling barat Ponorogo sebagai lokasi KPPM 2019. Mengingat kerawanan bencana yang ada di Kecamatan Badegan, khususnya pada beberapa desa, tentu akan sesuai jika KPPM kali ini berparadigma ABCD seperti tahun sebelumnya, dan berorientasi pada penguatan desa yang tangguh terhadap ancaman bencana.

PENERIMAAN MAHASISWA BARU