Mahasiswa PPL INSURI Ponorogo Dampingi Shalat Istisqa

October, 02 2019 08:09
Mahasiswa PPL INSURI Ponorogo Dampingi Shalat Istisqa
Oleh Humas INSURI Po

Ponorogo - Persoalan bangsa terutama kemarau panjang, kelangkaan air, kekeringan dan kebakaran hutan yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia mengundang keprihatinan dari santri dan masyarakat Ponorogo. Kegiatan ini dilaksanan pada Ahad (29/9/2019) di Lapangan Desa Bringinan Kecamatan jambon Ponorogo. Saat matahari mulai merangkak naik, para santri dan masyarakat telah bersiap di lapangan untuk mendengarkan penjelasan tekhnis tentang pelaksanaan kegiatan tersebut. Kegiatan dilaksanakan mulai jam 07.30. Santri tingkat Tsanawiyah dan Aliyah Maarif Jarakan, MWC NU Jambon dan tim pendamping dari PPL Fakltas Tarbiyah Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) tampak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Tim PPL INSURI INSURI tersebut adalah Joko Setiawan, Susilo Wahyudi dari mahasiswa prodi PAI dan beberapa yang lain tampak membantu kegiatan tersebut dengan berbagai tugas. 

Sholat istisqa, di pimpin oleh KH. Muhsini Mustasyar MWC NU Jambon, dan khatib Kiai Sholihin. Setelah sholat menjelaskan tata cara sholat istisqo, Imam bersama dengan santri dan masyarakat laksanakan sholat Istisqa sebanyak dua  rakaat kemudian dilanjutkan khutbah.

“Sebagaimana di ketahui beberapa minggu terakhir beberapa daerah di Ponorogo, dan beberapa tempat di Indonesia telah mengalami kekeringan, dan bahkan kebakaran hutan. Termasuk panasnya situasi iklim dan suasana kebangsaan kita beberapa hari terakhir. Kita berinisiatif melaksanakan kegiatan ini yang menggabungkan kemah riset dengan berbagai kegiatan sosial, yakni shalat istisqa dan bhakti sosial” sebagaimana di sampaikan juru bicara Yayasan Al Ittihad Murdianto An Nawie pada ahad (29/9).

Ketua Panitia kegiatan ini Saiful Bahri menandaskan bahwa “tujuan kegiatan ini adalah untuk merespon berbagai permasalahan iklim, khususnya kekeringan dan kebakaran hutan banyak terjadi khususnya di Ponorogo. Santri harus memiliki respon terhadap masalah sosial dan lingkungan yang sedang terjadi. Ini bentuk simpati kita, dan tentu ini adalah pelajaran berharga untuk para santri untuk bekal dalam hidup dalam masyarakat.”/JokoSetiawan

PENERIMAAN MAHASISWA BARU