Webinar Qalamuna: Tidak Tuntas dengan Daring, FSCL WAROK Perkuat Pendidikan Karakter di Masa Pandemi

August, 01 2020 16:21
Webinar Qalamuna: Tidak Tuntas dengan Daring, FSCL WAROK Perkuat Pendidikan Karakter di Masa Pandemi
Oleh Humas INSURI

Ponorogo - Qalamuna: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama melanjutkan rangkaian webinar Omah Jurnal Sunan Giri Ponorogo pada hari Selasa, 28 Juli 2020. Redaksi jurnal yang diketuai oleh Dr. Nurul Malikah ini menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema “Pendidikan Karakter dan Pemanfaatan Teknologi di Masa Pandemi”.

Membuka webinar sesuai agenda tepat pukul 14.00 WIB, Rektor INSURI Ponorogo, Dr. H. Marwan Salahuddin, menyampaikan apresiasi pada Jurnal Qalamuna yang menyelenggarakan webinar dengan tema relevan sesuai kebutuhan saat ini. Ia juga berharap agar webinar ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Webinar kemudian dipandu oleh moderator Rahmat Solihin yang juga merupakan editor in chief Jurnal Scaffolding Fakultas Tarbiyah. Bertindak sebagai pembicara dalam webinar ini adalah Dr. Eka Khristiyanta Purnama (Koord. Perancangan dan Produksi serta PTP Ahli Madya Pusdatin Kemendikbud RI), Dr. H. Moh Suyudi (Direktur Pascasarjana INSURI Ponorogo), dan Dr. Jauhan Budiwan (Dekan Fak Tarbiyah).

Dalam paparannya, Dr. Eka menegaskan pentingnya pemanfaatan TIK untuk pembelajaran di masa pandemi. Ia juga menyuguhkan perkembangan teknologi pembelajaran dari masa ke masa, khususnya di Indonesia. Di masa pandemi, di mana diperlukan proses pembelajaran yang aman, proses pembelajaran tidak harus selalu menggunakan perangkat teknologi internet (daring). Menurutnya, pembelajaran jarak jauh dapat dilaksanakan dengan cara apapun, termasuk dengan modul, perangkat televisi, atau radio. Sebagai salah satu pemangku kebijakan di Kemendikbud, ia juga memaparkan beberapa platform yang ditawarkan untuk itu.

Dr. Suyudi melanjutkan dengan paparan filosofis mengenai pendidikan karakter. Menurutnya, perkembangan teknologi menambah tantangan serta peluang dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi-strategi yang tepat untuk mengisinya, di antaranya dengan melalui digitalisasi materi pendidikan Islam, peran orang tua dalam homeschooling, peer group education, dan penyediaan sarana prasarana yang merata.

Kemudian Dr. Johan sebagai narazoomer ketiga memulai dengan pertanyan kritisnya: apakah teknologi dalam proses pembelajaran mampu mendidik karakter anak? Ia juga mengingatkan bahwa dalam proses pendidikan karakter, ada peran orang tua, guru, dan lingkungan. Dalam kaitannya dengan pembelajaran daring, ia menyatakan bahwa belum ada bukti adanya peran proses tersebut terhadap pendidikan karakter siswa. Sebagai tawaran solusi, ia pun menawarkan konsep FSCL (Family Supported Collaborative Learning) yang bermuatan WAROK (Wani/Berani, Anuladha/Teladan, Rumeksa/Mendampingi, Omber/Demokratis, dan Kulina/Pembiasaan).

Webinar Nasional yang digelar di aula Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube INSURI Ponorogo ini terbilang cukup sukses. Dari 453 pendaftar, hadir 150 orang peserta aktif di ruang Zoom dan 50 penyimak siaran langsung di YouTube. Bahkan sampai saat berita ini diterbitkan, telah ada 598 orang yang menyaksikan video YouTube tersebut. (dm)

Link Jurnal Qalamuna: https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/index

Link video YouTube Webinar Nasional: https://www.youtube.com/watch?v=fyb5jKTfr2M