Bagaimana Kerja Virus Corona?

January, 30 2020 16:55
Bagaimana Kerja Virus Corona?
Oleh Fuad Fitriawan*

Seperti pada umumnya, virus jelas berbeda dengan bakteri. Virus bukan makhluk hidup yang beraktifitas dan bermetabolisme kompleks. Ia adalah selubung protein dan disusun oleh basa nitrogen asam ribo nukleat dengan ukuran tidak lebih dari sepuluh mikron yang melayang di udara, larut dalam air, menempel pada materi mikroskopis dan makroskopis, bahkan pada makhluk hidup.

Lalu bagaimana virus bisa menjadi virulen? ada istilah vektor dalam kamus biologi yang merupakan komunitas makhluk hidup pembawa penyakit termasuk virus, namun makhluk hidup tersebut tidak menyebabkan virus menjadi virulen alias tidak tertular penyakit. Keberadaan vektor ibarat rumah bagi penyakit. Adanya kontak yang intensif secara fisik antara non vektor dengan vektor akan memungkinkan transfer virus kepada non vektor yang mengakibatkan pada sifat virulensi sebuah virus akan muncul.

Lalu bagaimana proses virulensi, pertama virus akan masuk dalam tubuh inang (tubuh manusia non vektor yang terjangkit). Masuknya virus bisa melalui saluran pernafasan (yang paling umum), kulit maupun alat kelamin, kemudian virus berperan dengan teknik kamuflase untuk menghindari sistem kekebalan tubuh yang membahayakan bagi virus. Ada semacam gembok kunci yang terbuat dari protein yang mampu berkamuflase. Setelah lolos dari pengawasan sistem kekebalan tubuh, virus menang satu tahapan. Langkah selanjutnya virus mencoba masuk dalam sel tubuh. Hal tersebut lebih mudah bagi virus dengan mengandalkan sistem gembok kunci yang dimiliki serta sistem kamuflasenya yang sangat baik. Virus akan masuk kedalam sel baik seluruhnya atau hanya substrat genetik. Disitulah materi RNA mendapatkan semacam alat mekanik kimiawi dalam sel tubuh inang untuk menggandakan diri  sangat cepat dan menjadi banyak. Kemudian secara sporadis menyebar ke sel tubuh lain dengan meninggalkan satu sel mati. Semakin pintar virus dalam berkamuflase, maka semakin virulen dan semakin cepat menyebar.

Masa penyebaran virus merupakan masa inkubasi virus dalam tubuh inang sebelum benar-benar dinyatakan positif terjangkit penyakit. Ada yang sangat cepat dengan hitungan hari dan ada juga yang lambat. Faktor lain yang menentukan adalah kemampuan tubuh dalam fungsi sistem kekebalan tubuh.  Jika lemah, maka masa inkubasi akan semakin cepat. Namun tidak jarang karena sistem kekebalan tubuh yang baik seseorang bisa sembuh dari infeksi virus.

Lalu bagaimana dengan virus corona? Virus corona merupakan keluarga dari virus SARS, dengan saudara lainnya dengan sejenis virus influenza. Memang virus ini berjenis virus yang setiap tahun mengalami perubahan materi genetik secara rutin. Satu materi yang merubah kode, maka sistem kekebalan tubuh inang atau manusoa harus beradaptasi untuk mengenali dan menyusun antibodi terhadap virus tersebut. Tak heran jika jenis virus baru yang diberi inisial 2019-nCoV menyebar dengan cepat. Selain karena faktor aktifitas penduduk kota Wuhan yang tinggi, virus ini baru dikenal pada Desember 2019. Selama vaksin belum diperoleh, maka penyebaran virus tersebut akan semakin meluas. Vaksin bisa diperoleh setelah para ahli virus tuntas mempelajari perilaku virus corona yang kemudian medilemahkan dan dimatikan.

Perlu kita ketahui bahwa virus yang menyerang hewan hanya akan menyerang pada jenis hewan atau manusia. Perilaku ini tidak berlaku pada tumbuhan. Demikian sebaliknya, jika kita memakan tumbuhan berjenis apapun dan terjangkit virus, maka tidak perlu khawatir untuk terinfeksi.

*Dosen Sains INSURI Ponorogo

PENERIMAAN MAHASISWA BARU